NILAI-NILAI LUHUR MASYARAKAT BUGIS-MAKASSAR
Mengenal Prinsip dan Nilai-Nilai Hidup yang Tinggi dalam Masyarakat Bugis-Makassar
Ketua Umum Forum Silahturahmi Keraton Nusantara (FSKN), Brigjen Pol (P) Dr. A.A. Andi Mapparessa MM. M.Si (Karaeng Turikale VIII, Sulsel), menyampaikan pidato dalam acara Tudang Sipulung Nasional Masyarakat Maros (Tunas Maros) dalam Perayaan Hari Jadi ke-64 Kabupaten Maros.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Bugis-Makassar dikenal menganut prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh mereka. Prinsip-prinsip inilah yang terus diamalkan oleh masyarakat Bugis-Makassar untuk membangun pendidikan karakter, terutama di tengah derasnya arus globalisasi. Bagi masyarakat Bugis-Makassar, pendidikan karakter merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan.
Prinsip-Prinsip dan Nilai-Nilai Masyarakat Bugis-Makassar
Dalam kehidupan mereka, masyarakat Bugis-Makassar menjunjung tinggi beberapa prinsip dan nilai-nilai, antara lain:
1. Sipakatau - Memanusiakan Manusia
Sipakatau adalah prinsip saling menghormati dan berbuat santun terhadap sesama manusia, tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan. Sebagai manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk saling menghormati satu sama lain.
2. Sipakale’bi - Saling Memuliakan atau Menghargai
Sipakale’bi adalah sifat saling memuliakan atau menghargai. Manusia senang dipuji dan diperlakukan dengan baik dan layak. Sifat memuliakan ini melarang kita untuk melihat kekurangan orang lain.
3. Sipakalinge’ - Saling Mengingatkan
Sipakalinge’ adalah prinsip saling mengingatkan sesama manusia. Manusia seringkali lupa, dan oleh karena itu, kita seharusnya saling mengingatkan satu sama lain ketika seseorang lupa.
4. Sikatutui - Saling Menjaga Ucapan, Perilaku, Perasaan, dan Hati
Sikatutui adalah prinsip saling menjaga ucapan, perilaku, perasaan, dan hati terhadap sesama manusia. Prinsip ini merupakan implementasi dari maqashid syar’iyyah atau visi misi syari’ah, yang mencakup menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan, dan menjaga harta.
5. Siri’ - Martabat dan Kehormatan Diri
Siri’ dalam masyarakat Bugis-Makassar merujuk pada sesuatu yang paling peka dalam diri mereka. Siri’ bukan hanya rasa malu seperti dalam masyarakat suku lainnya. Bagi masyarakat Bugis-Makassar, siri’ memiliki tingkat yang sama dengan martabat, nama baik, harga diri, reputasi, dan kehormatan diri maupun keluarga. Semua hal tersebut harus dijaga dan dijunjung tinggi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Pepatah Bugis menyampaikan, “Masseddi Mappakaraja Maros (Maru’) Wanua Ta’.” yang berarti “Bersatu-padu memuliakan Maros - Kampung Halaman kita.”

Dengan memegang teguh prinsip dan nilai-nilai luhur ini, masyarakat Bugis-Makassar terus membangun kehidupan yang harmonis dan saling mendukung, menjadikan mereka sebagai contoh yang menginspirasi bagi masyarakat lainnya.

